Senin, 27 Maret 2017

TUGAS SOFTSKLILL



KATA PENGHANTAAR
  Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,Saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah SEJARAH DAN KEBUIDAYAAN KOTA DEPOK

    Makalah ilmiah ini telah Saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
    
    Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
    
    Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
    
                                                                                      Dopok, 27  Maret 2017
    
                                                                                              Penyusun



SEJARAH DAN KEBUYAAN KOTA DEPOK

Asal Mula Kota Depok
Kota Depok dahulu merupakan sebuah dusun terpencil di tengah hutan belantara, yang kemudian pada tanggal 18   Mei 1696 seorang saudagar Belanda eks VOC bernama Cornelis Chastelein membeli tanah di kawasan Depok. Kini Depok adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak tepat di selatan Jakarta, yakni antara Jakarta-Bogor.
Kata Depok sendiri berasal dari   kata dalam bahasa Sunda yang berarti pertapaan atau tempat bertapa. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa kata Depok merupakan sebuah akronim dari De Eerste Protestants Onderdaan Kerk yang artinya adalah Gereja Kristen Rakyat Pertama.
Depok dahulu adalah kota kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bogor, yang kemudian mendapat status kota administratif pada tahun 1982. Sejak 20 April 1999, Depok ditetapkan menjadi kotamadya (sekarang: kota) yang terpisah dari Kabupaten Bogor. Kota Depok terdiri atas 11 kecamatan, yang dibagi menjadi 63 kelurahan.
Nama-nama Kecamatan dan Kelurahan di Kota Depok ini sampai tahun 2010 merupakan warisan budaya (Cultural Heritage) produk sosial masyarakat kota Depok, baik yang memiliki nilai Lokal (penamaan dengan bahasa Betawi) maupun yang memiliki nilai Regional (penamaan berbahasa Banten, Jawa, Sunda), Nasional (penamaan Bahasa Indonesia), serta Internasional (penamaan dengan menggunakan bahasa Sanskerta, Latin; misal Tapos).
Dari pengidentifikasian bahasa setidaknya ada tujuh asal bahasa yang digunakan sebagai bahan penamaan Kecamatan maupun Kelurahan di Kota Depok dan jika dipaksakan ditambah satu bahasa lagi yaitu Bahasa Belanda untuk Akronim nama Depok sendiri (masa kolonial). Dari sisi pembentukan kata untuk memberi nama kecamatan atau kelurahan, masyarakat Depok lebih banyak terbukti menggunakan nama-nama yang tersusun dari banyak kata (bentuk Jamak) dibandingkan nama-nama dengan kata tunggal. Dan ciri yang lain yaitu tradisi penamaan kecamatan dan kelurahan di KotaDepok lebih banyak menyukai nama-nama berdasar fenomena fisikgeografis (Natural, Abiotik) dibandingkan penamaan atas dasar biodiversitas (flora, maupun atas dasar fenomena social).
Kebudayaan Masyarakat
Walaupun depok termasuk kedalam wilayah atau provinsi jawa barat tapi bahasa yang digunakan didaerah depok adalah bahasa betawi karena kebanyakan orang depok adalah orang pindahan atau migrasi dari jakarta. Suku Betawi itu sendiri berasal dari hasil perkawinan antaretnis dan bangsa dimasa lalu.
Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bang sayang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Arab, Bali, Sumbawa, Ambon, Melayu dan Tionghoa. Seni dan Kebudayaan Budaya Jakarta merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya dari beragam etnis.
Sejak zaman Belanda, Jakarta merupakan ibukota Indonesia yang menarik pendatang dari dalam dan luar Nusantara. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Bugis. Selain dari penduduk Nusantara, budaya Jakarta juga banyak menyerap dari budaya luar, seperti budaya Arab, Tiongkok, India, dan Portugis. Suku Betawi sebagai penduduk asli Jakarta agak tersingkirkan oleh penduduk pendatang. Mereka keluar dari Jakarta dan pindah ke wilayah-wilayah yang ada di provinsi Jawa Barat dan provinsi Banten. Budaya Betawipun tersingkirkan oleh budaya lain baik dari Indonesia maupun budaya barat. Untuk melestarikan budaya Betawi, didirikanlah cagar budaya di Situ Babakan.
Sifat campur-aduk dalam dialek Betawi adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing.
Ada juga yang berpendapat bahwa suku bangsa yang mendiami daerah sekitar Batavia juga dikelompokkan sebagai suku Betawi awal (proto Betawi). Menurut sejarah, Kerajaan Tarumanagara, yang berpusat di Sundapura atau Sunda Kalapa, pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera. Oleh karena itu, tidak heran kalau etnis Sunda di pelabuhan Sunda Kalapa, jauh sebelum Sumpah Pemuda, sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Kebudayaan Pernikahan Di Depok


Depok merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Jawa Barat, walau demikian letak kota Depok berada di pinggiran Jakarta. Sehingga wajar bila Mengenal pernikahan Adat Betawi Depok menjadi pilihan para pengantin warga Depok. Sesuai dengan Perda Kota Depok No 5 Tahun 2006 yang menyatakan bahwa Provinsi Jawa Barat itu terbagi menjadi tiga zona, yakni zona betawi melayu, pantura dan jawareh (jawa sawareh).  Berbicara mengenai Mengenal pernikahan Adat Betawi Depok , tentu tidak lepas dari dandanan sepasang pengantin dengan atribut pakaian dan asesorisnya. Bahasan mengenai atribut pengantin betawi telah kita bahas pada artikel Pernikahan Tradisional Adat Betawi, Semarak Warna Warni  Busana Pengantin Adat Betawi. Karena pakaian pernikahan adat betawi baik depok maupun Jakarta adalah sama.


Pembeda antara budaya Betawi Depok dengan Betawi Jakarta adalah intonasi dialek atau penekanan saat berbicara. Seperti yang banyak orang ketahui, kalau ciri utama cara berbicara orang betawi adalah penggunaan akhiran –e. Sehingga masyarakat betawi dikelompokkan kedalam dua golongan, yaitu betawi kota dan betawi udik. Betawi kota dikenal dengan penggunaan akhiran –e saat berbicara, sedangkan betawi udik tidak lagi menggunakan akhiran –e dalam setiap logatnya. Betawi Depok tergolong betawi udik.  Pembahasan tentang tata cara pernikahan adat betawi secara umum dapat anda baca pada Pernikahan Tradisional Adat Betawi, Prosesi Unik di Balik Kekayaan Budaya Indonesia. Tata cara pernikahan adat Betawi Jakarta dengan Betawi Depok sedikit berbeda.
Dan budaya pernikahan didepok juga masih terpengaruh sama adat sunda, sunda identic dengan sesuatu yang sacral, biasanya kental dengan kebudayaan leluhur walau kurang terlalu namun jijka diperhatikam dengan baik ada terdapat kebudayaan sunda yang msih terdapat dalam acara pernikahan di depok.
Pernikahan adat Betawi Depok terdapat tradisi malam rowahan, yaitu satu malam sebelum malam resepsi pernikahan seluruh keluarga dan kerabat dekat hadir sebagai undangan. Bukan hanya uang sebagai hadiah dari keluarga dan kerabat, pada malam rowahan ini keluarga dan kerabat biasanya membawa makanan atau bahan makanan untuk acara resepsi. Karena itu, pernikahan masyarakat Betawi Depok mayoritas dilaksanakan di rumah. Rumah calon pengantin telah ramai sejak seminggu sebelum acara karena para keluarga dan kerabat membantu memasak untuk resepsi.
Depok tetap  pertahankan tradisi pernikahan adat betawi ditengah banyaknya tawaran pernikahan modern. Dengan adanya foto wedding adat Betawi Depok memperkenalkan kita bahwa sebenarnya Depok memiliki adat Betawi. [LS]
Dalam setiap acara pernikahan dikota depok ada beberapa yang untik diantaranya adat Sawer atau membagi bagikan uang. Pada beberapa acara terdapat hiburan yang biasanya diisi oleh biduan yang bernyanyi diatas panggung dan orang-orang sering berjoget ria sambal mengasih uang receh kepada biduan yang sedang bernyanyi, dan biasanya didominasi kaum adam dari kelas bapak-bapak.
            Pada acara tersebut masih menggunakan adat sunda yang menyajikan beberapa sajian yang berisikan nasi liwt, ayam bakar dan bebrapa menu lain yang akan diberikan kepada makhluk lain atau apa lahh itu heheh..  atau biasa disebut sesajen, sayang yaa enak juga dimakan heheh
Pada acara pernikahan didepok terdapat menu makanan yang wajib ada disaat pernikahan berlangsung yaitu Karedok, makanan yang bercirikhas pedas dengan aroma kencur yang segar ditambah dengan segarnya sayur yang terdapat pada karedok contohnya kol, kacang panjang, dan beberpa bahan yang khas

Karedok atau keredok adalah salah satu makanan khas Sunda di Indonesia dan cara membuatnya pun susah susah gampang Terlebih dulu haluskan bumbu saus kacang karedok dengan cara diulek halus. Kemudian masukan sayuran segar yang sudah diiris, dipotong dan dicincang kasar ke dalam ulekan berisi bumbu halus tersebut bersama dengan bahan pelengkap lainnya, aduk merata.

Makanan Yang Mendominasi

            Kota depok merupakan kota yang hamper sama seperti Jakarta dengan kebudayaan dan kegiatan masyarakatnya diantaranya kegiatan perekonomianya. Diantaranya berpengaruh pada lading usaha diantaranya perekonomian dibidang kuliner.
            kota depok juga menjadi salah satu kota dengan jumlah peranatunya yang banyak banyak dari pelosok jawa dan luar jawa merantau kekota ini. Diantaranya adalah orang jawa atau suku jawa, banyak yang mengadu nasib disisni banyak dinatara orang jawa mendirikan usaha rumah makan dengan banyaknya warung tegal atau warteg banyak makanan dari jawa khususnya daerah tegal banyak yang berdar dan dikonsumsi oleh banyak masyarakat
            dehngan pengaruh tersebut dapat membuat lidah orang depok terbiasa dengan ciri khas makanan jawa yang menmpunyai khas berani dalam menaruh bumbu, dan membutat banyak dari mereka menyukai sebagai makanan keseharian. Diantaranya makanan bistik dan msih banyak yang lain. Itulah yang membuat makanan yang moendominasih kota depok adalah makanan khas jawa.





PENUTUP
Kesimpulan

             Depok merupakan daerah jawa barat yang memiliki adat budaya suku betawi. Padahal, semua orang tahu bahwa jawabarat mayoritas beradat budaya sunda. Hal ini disebabkan karena letak geografis depok yang dekat bahkan bersebelahan dengan  Jakarta. Sehingga banyak penduduk jakarta yang berpindahan ke luar daerah. Salah satunya depok. Sehingga depok memiliki adat budaya betawi.


             Dan dikota depok juga mempunyai beberapa pengaruh kebudayaan dari jawa dan sunda

Daftar Pustaka

Bapak kostan dan bu kostan
http://resepcaramasak.com/cara-membuat-karedok-pedas-nikmat-ala-sunda/

https://nabilachw.wordpress.com/2015/11/27/asal-mula-kebudayaan-mayarakat-serta-kesenian-kota-depok/

Sumbae Gambar

https://weddingdepok.wordpress.com/
http://resepcaramasak.com/cara-membuat-karedok-pedas-nikmat-ala-sunda/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar