KATA PENGHANTAAR
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,Saya panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
SEJARAH DAN KEBUIDAYAAN KOTA DEPOK
Makalah ilmiah ini telah Saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Dopok, 27 Maret 2017
Penyusun
Makalah ilmiah ini telah Saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Dopok, 27 Maret 2017
Penyusun
SEJARAH DAN KEBUYAAN KOTA DEPOK
Asal Mula Kota Depok
Kota Depok
dahulu merupakan sebuah dusun terpencil di tengah hutan belantara, yang
kemudian pada tanggal 18 Mei 1696 seorang saudagar Belanda eks VOC
bernama Cornelis Chastelein membeli tanah di kawasan Depok. Kini Depok adalah
sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak tepat di
selatan Jakarta, yakni antara Jakarta-Bogor.
Kata Depok
sendiri berasal dari kata dalam bahasa Sunda yang berarti pertapaan atau
tempat bertapa. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa kata Depok merupakan
sebuah akronim dari De Eerste Protestants Onderdaan Kerk yang artinya adalah
Gereja Kristen Rakyat Pertama.
Depok dahulu
adalah kota kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bogor, yang kemudian mendapat
status kota administratif pada tahun 1982. Sejak 20 April 1999, Depok
ditetapkan menjadi kotamadya (sekarang: kota) yang terpisah dari Kabupaten
Bogor. Kota Depok terdiri atas 11 kecamatan, yang dibagi menjadi 63 kelurahan.
Nama-nama
Kecamatan dan Kelurahan di Kota Depok ini sampai tahun 2010 merupakan warisan
budaya (Cultural Heritage) produk sosial masyarakat kota Depok, baik yang
memiliki nilai Lokal (penamaan dengan bahasa Betawi) maupun yang memiliki nilai
Regional (penamaan berbahasa Banten, Jawa, Sunda), Nasional (penamaan Bahasa
Indonesia), serta Internasional (penamaan dengan menggunakan bahasa Sanskerta,
Latin; misal Tapos).
Dari
pengidentifikasian bahasa setidaknya ada tujuh asal bahasa yang digunakan
sebagai bahan penamaan Kecamatan maupun Kelurahan di Kota Depok dan jika
dipaksakan ditambah satu bahasa lagi yaitu Bahasa Belanda untuk Akronim nama
Depok sendiri (masa kolonial). Dari sisi pembentukan kata untuk memberi nama
kecamatan atau kelurahan, masyarakat Depok lebih banyak terbukti menggunakan
nama-nama yang tersusun dari banyak kata (bentuk Jamak) dibandingkan
nama-nama dengan kata tunggal. Dan ciri yang lain yaitu tradisi penamaan
kecamatan dan kelurahan di KotaDepok lebih banyak menyukai nama-nama
berdasar fenomena fisikgeografis (Natural, Abiotik) dibandingkan penamaan atas
dasar biodiversitas (flora, maupun atas dasar fenomena social).
Kebudayaan Masyarakat
Walaupun depok
termasuk kedalam wilayah atau provinsi jawa barat tapi bahasa yang digunakan
didaerah depok adalah bahasa betawi karena kebanyakan orang depok adalah orang
pindahan atau migrasi dari jakarta. Suku Betawi itu sendiri berasal dari hasil
perkawinan antaretnis dan bangsa dimasa lalu.
Secara
biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum
berdarah campuran aneka suku dan bang sayang didatangkan oleh Belanda ke
Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung
pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai
kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang
Sunda, Jawa, Arab, Bali, Sumbawa, Ambon, Melayu dan Tionghoa. Seni dan
Kebudayaan Budaya Jakarta merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya
dari beragam etnis.
Sejak zaman
Belanda, Jakarta merupakan ibukota Indonesia yang menarik pendatang dari dalam
dan luar Nusantara. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain, Jawa, Sunda,
Minang, Batak, dan Bugis. Selain dari penduduk Nusantara, budaya Jakarta juga
banyak menyerap dari budaya luar, seperti budaya Arab, Tiongkok, India, dan
Portugis. Suku Betawi sebagai penduduk asli Jakarta agak tersingkirkan oleh
penduduk pendatang. Mereka keluar dari
Jakarta dan pindah ke wilayah-wilayah yang ada di provinsi
Jawa Barat dan provinsi Banten. Budaya Betawipun tersingkirkan oleh budaya lain
baik dari Indonesia maupun budaya barat. Untuk melestarikan budaya Betawi,
didirikanlah cagar budaya di Situ Babakan.
Sifat campur-aduk
dalam dialek Betawi adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang
merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang
berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing.
Ada juga yang
berpendapat bahwa suku bangsa yang mendiami daerah sekitar Batavia juga
dikelompokkan sebagai suku Betawi awal (proto Betawi). Menurut sejarah,
Kerajaan Tarumanagara, yang berpusat di Sundapura atau Sunda Kalapa, pernah
diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera. Oleh karena
itu, tidak heran kalau etnis Sunda di pelabuhan Sunda Kalapa, jauh sebelum
Sumpah Pemuda, sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di
Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Kebudayaan Pernikahan Di Depok
Depok
merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Jawa Barat, walau demikian
letak kota Depok berada di pinggiran Jakarta. Sehingga wajar bila Mengenal pernikahan Adat Betawi
Depok menjadi pilihan para pengantin warga Depok. Sesuai dengan Perda
Kota Depok No 5 Tahun 2006 yang menyatakan bahwa Provinsi Jawa Barat itu
terbagi menjadi tiga zona, yakni zona betawi melayu, pantura dan jawareh (jawa
sawareh). Berbicara mengenai Mengenal pernikahan Adat Betawi Depok , tentu tidak lepas dari dandanan sepasang pengantin dengan
atribut pakaian dan asesorisnya. Bahasan mengenai atribut pengantin betawi
telah kita bahas pada artikel Pernikahan
Tradisional Adat Betawi, Semarak Warna Warni Busana Pengantin Adat Betawi.
Karena pakaian pernikahan adat betawi baik depok maupun Jakarta adalah sama.
Pembeda
antara budaya Betawi Depok dengan Betawi Jakarta adalah intonasi dialek atau penekanan saat berbicara.
Seperti yang banyak orang ketahui, kalau ciri utama cara berbicara orang betawi
adalah penggunaan akhiran –e. Sehingga masyarakat betawi dikelompokkan kedalam
dua golongan, yaitu betawi kota dan betawi udik. Betawi kota dikenal dengan
penggunaan akhiran –e saat berbicara, sedangkan betawi udik tidak lagi
menggunakan akhiran –e dalam setiap logatnya. Betawi Depok tergolong
betawi udik. Pembahasan tentang tata cara pernikahan adat betawi secara umum dapat anda baca
pada Pernikahan Tradisional Adat Betawi,
Prosesi Unik di Balik Kekayaan Budaya Indonesia. Tata cara
pernikahan adat Betawi Jakarta dengan Betawi Depok sedikit berbeda.
Dan
budaya pernikahan didepok juga masih terpengaruh sama adat sunda, sunda identic
dengan sesuatu yang sacral, biasanya kental dengan kebudayaan leluhur walau
kurang terlalu namun jijka diperhatikam dengan baik ada terdapat kebudayaan
sunda yang msih terdapat dalam acara pernikahan di depok.
Pernikahan adat Betawi Depok
terdapat tradisi malam rowahan, yaitu satu malam sebelum malam resepsi
pernikahan seluruh keluarga dan kerabat dekat hadir sebagai undangan. Bukan
hanya uang sebagai hadiah dari keluarga dan kerabat, pada malam rowahan ini
keluarga dan kerabat biasanya membawa makanan atau bahan makanan untuk acara
resepsi. Karena itu, pernikahan masyarakat Betawi Depok mayoritas dilaksanakan
di rumah. Rumah calon pengantin telah ramai sejak seminggu sebelum acara karena
para keluarga dan kerabat membantu memasak untuk resepsi.
Depok tetap pertahankan tradisi
pernikahan adat betawi ditengah banyaknya tawaran pernikahan modern. Dengan
adanya foto
wedding adat Betawi Depok memperkenalkan kita bahwa sebenarnya Depok
memiliki adat Betawi. [LS]
Dalam setiap
acara pernikahan dikota depok ada beberapa yang untik diantaranya adat Sawer
atau membagi bagikan uang. Pada beberapa acara terdapat hiburan yang biasanya
diisi oleh biduan yang bernyanyi diatas panggung dan orang-orang sering
berjoget ria sambal mengasih uang receh kepada biduan yang sedang bernyanyi,
dan biasanya didominasi kaum adam dari kelas bapak-bapak.
Pada acara
tersebut masih menggunakan adat sunda yang menyajikan beberapa sajian yang
berisikan nasi liwt, ayam bakar dan bebrapa menu lain yang akan diberikan kepada
makhluk lain atau apa lahh itu heheh..
atau biasa disebut sesajen, sayang yaa enak juga dimakan heheh
Pada acara pernikahan
didepok terdapat menu makanan yang wajib ada disaat pernikahan berlangsung
yaitu Karedok, makanan yang bercirikhas pedas dengan aroma kencur yang segar
ditambah dengan segarnya sayur yang terdapat pada karedok contohnya kol, kacang
panjang, dan beberpa bahan yang khas
Karedok atau
keredok adalah salah satu makanan khas Sunda di Indonesia dan cara
membuatnya pun susah susah gampang Terlebih
dulu haluskan bumbu saus kacang karedok dengan cara diulek halus. Kemudian
masukan sayuran segar yang sudah diiris, dipotong dan dicincang kasar ke dalam
ulekan berisi bumbu halus tersebut bersama dengan bahan pelengkap lainnya, aduk
merata.
Makanan Yang Mendominasi
Kota depok merupakan kota yang hamper
sama seperti Jakarta dengan kebudayaan dan kegiatan masyarakatnya diantaranya
kegiatan perekonomianya. Diantaranya berpengaruh pada lading usaha diantaranya
perekonomian dibidang kuliner.
kota depok juga menjadi salah satu
kota dengan jumlah peranatunya yang banyak banyak dari pelosok jawa dan luar
jawa merantau kekota ini. Diantaranya adalah orang jawa atau suku jawa, banyak
yang mengadu nasib disisni banyak dinatara orang jawa mendirikan usaha rumah
makan dengan banyaknya warung tegal atau warteg banyak makanan dari jawa
khususnya daerah tegal banyak yang berdar dan dikonsumsi oleh banyak masyarakat
dehngan pengaruh tersebut dapat membuat
lidah orang depok terbiasa dengan ciri khas makanan jawa yang menmpunyai khas
berani dalam menaruh bumbu, dan membutat banyak dari mereka menyukai sebagai
makanan keseharian. Diantaranya makanan bistik dan msih banyak yang lain. Itulah
yang membuat makanan yang moendominasih kota depok adalah makanan khas jawa.
PENUTUP
Kesimpulan
Depok
merupakan daerah jawa barat yang memiliki adat budaya suku betawi. Padahal,
semua orang tahu bahwa jawabarat mayoritas beradat budaya sunda. Hal ini
disebabkan karena letak geografis depok yang dekat bahkan bersebelahan dengan
Jakarta. Sehingga banyak penduduk jakarta yang berpindahan ke luar
daerah. Salah satunya depok. Sehingga depok memiliki adat budaya betawi.
Dan dikota depok juga mempunyai beberapa pengaruh kebudayaan dari jawa dan sunda
Daftar Pustaka
Bapak kostan dan bu kostan
http://resepcaramasak.com/cara-membuat-karedok-pedas-nikmat-ala-sunda/
https://nabilachw.wordpress.com/2015/11/27/asal-mula-kebudayaan-mayarakat-serta-kesenian-kota-depok/
Sumbae Gambar
https://weddingdepok.wordpress.com/
http://resepcaramasak.com/cara-membuat-karedok-pedas-nikmat-ala-sunda/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar